Traveling di Tengah Wabah Virus Corona, Aman atau Tidak?

Traveling di tengah Pandemi Covid-19

Ada yang ragu? Kalau saya akan dengan tegas menjawab “tidak!”. Ya, tidak berpergian adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus yang memiliki nama resmi Covid-19. Tapi tidak bisa dipungkiri, banyak di antara kita yang menganggap remeh virus ini dan tetap berpergian seperti biasa. Apalagi pemerintah seakan ‘buka pintu’ terhadap traveler dengan memberikan banyak diskon pesawat dan hotel.

pemerintah justru meberikan diskon tiket pesawat

Pemerintah seperti kurang serius menangani virus yang telah merenggut lebih dari 4.000 nyawa di China. Namun semua berubah ketika ditemukan satu orang pasien positif. Kepanikan melanda.

Masker dan Hand Sanitizer menjadi langka

Identitas penderita yang seharusnya dirahasiakan justru tersebar luas, nahas yang menyebarkannya justru seorang wali kota. Masker dan hand sanitizer menjadi langka hingga dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab. Yang terakhir adalah fenomena panic buying di beberapa kota besar.

fenomena panic buying

Padahal kita mungkin masih ingat, beberapa minggu sebelumnya banyak orang Indonesia over proud karena Indonesia adalah satu dari sedikit negara yang belum terinveksi Corona. Banyak meme bersebaran. Seakan Indonesia memang sudah kebal dengan virus mematikan ini.

Netizen sebelum Covid-19 terdeteksi di Indonesia

Ya, setelah semua itu beragam upaya dilakukan pemerintah daerah. Seperti Jakarta dengan kasus positif Covid-19 terbanyak meliburkan sekolah dan menghimbau pekerja untuk sebisa mungkin beraktivitas dari rumah, lalu Pemprov NTB dan beberapa daerah lainnya juga membuat kebijakan serupa—meliburkan sekolah selama 14 hari.

Tentu, libur kali ini bukanlah libur nasional seperti liburan akhir semester. Ini adalah situasi darurat. Dan ada alasan khusus kenapa pemerintah menetapkan waktu libur selama 14 hari. Jadi, sekali lagi mohon kerja samanya demi kita semua.

Apa itu virus corona?

Virus Corona atau COVID-19 adalah sebuah virus pertama kali ditemukan di Tiongkok pada akhir tahun 2019, tepatnya di Kota Wuhan. Sampai saat ini sudah lebih dari 100 negara yang terinfeksi virus ini dan sedikitnya 6.400 orang meninggal dunia (sumber: Kompas. com). Di Indonesia per 17 Maret 2020 sudah terdapat 172 pasien positif COVID-19 dan ribuan lainnya masih berstatus suspect yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Berita dari seluruh dunia

Meski sudah beberapa bulan sejak pertama kali COVID-19 mewabah, sampai saat ini belum diketahui pasti dari mana virus ini berasal. Yang pasti virus ini berasal dari hewan yang kemudian menjangkit manusia. Di Indonesia sempat beredar informasi bahwa asal virus ini adalah dari kelelawar, namun sampai saat ini belum ada fakta ilmiah yang membenarkannya.

Virus ini menyebar dengan sangat cepat. Perlu diketahui bahwa Covid-19 tidak menyebar melalui udara, melainkan melalui droplet pernapasan. Virus ini dapat hidup pada benda tertentu selama beberapa jam dari percikan batuk atau bersin seorang penderita.

Oleh karena itu pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh benda di tempat umum dan gunakan masker bagi yang sedang sakit sehingga resiko penularan dapat diminimalisasi.

Dalam beberapa kasus, umumnya penderita Covid-19 akan mengalami gejala batuk, pilek, demam serta sakit tenggorokan seperti susah bernapas. Meski begitu, ternyata dalam beberapa kasus khusus terdapat penderita covid-19 yang justru tidak merasakan gejala apa pun.

Kenapa harus libur 14 hari?

Covid-19 memiliki masa inkubasi 14 hari sejak pertama kali tertular. Pada hari pertama tertular kamu tidak akan merasakan gejalanya, gejala akan timbul pada h+ 7 hingga 14 hari. Sayangnya meski belum terdeteksi, kamu tetap bisa menularkannya pada orang lain.

Oleh karena itu beberapa pemerintah daerah mengambil langkah dengan meliburkan sekolah hingga perkantoran selama 14 hari. Jadi bila selama libur tidak timbul gejala Covid-19, itu artinya kita semua telah terbebas dari wabah mematikan ini. Jadi jangan gunakan masa 14 hari ini untuk berlibur, ya? Ingat, di rumah aja.

Jangan menyepelekan

Bagi kamu yang masih muda atau tidak memiliki riwayat sakit serius mungkin terinfeksi Corona tidak akan berdampak besar. Istirahat yang cukup, makan teratur serta mengonsumsi vitamin C akan membuat Anda dapat berangsur sehat kembali. Meski belum ada obatnya, sebenarnya virus ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Tapi ingat, jangan sekali-kali menyepelekan virus yang satu ini. Virus Corona adalah virus yang sangat cepat menyebar. Seperti yang sudah saya jabarkan sebelumnya, ada lebih dari 100 negara terinfeksi virus ini hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

Bila tertular, kamu mungkin bisa sembuh dengan cepat—bahkan tanpa merasakan gejalanya, tapi bagaimana dengan orang yang kamu tularkan? Seandainya mereka memiliki riwayat penyakit jantung atau masalah serius lainnya, ini akan menjadi sangat berbahaya.

Apa kamu tega jalan-jalan dengan santai lalu menyebarkan virus ini ke berbagai tempat tanpa peduli dengan orang lain yang tertular?

Jadi, jangan berpergian jauh untuk sementara adalah langkah terbaik. Ini hanya sementara, jadi bersabar saja. Percayalah, kamu tidak akan sanggup kalau negara ini sampai lockdown.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *